Home » Uncategorized » Ketahui Larangan Judi Dalam Islam, Kristen, Dan Hindu

Ketahui Larangan Judi Dalam Islam, Kristen, Dan Hindu

Ketahui Larangan Judi Dalam Islam, Kristen, Dan Hindu –  Zaman sekarang ini, hukum permainan judi merupakan hal yang dianggap remeh dan banyak diabaikan, karena pada dasarnya, praktik permainan judi online masih banyak terjadi dan berlaku di berbagai cakupan wilayah negeri ini, apalagi saat ini permainan judi bisa dilakukan secara daring atau online, sehingga makin mudah untuk melakukannya.

Meskipun sudah diatur dalam undang-undang dan kitab suci masing-masing agama, tapi pada kenyataannya masih banyak sekali yang menjadi pelaku tindak pidana permainan judi di Indonesia. Karenanya, berikut ini merupakan ulasan singkat yang bisa Anda jadikan sebagai bahan peringatan terkait larangan judi dalam agama islam, Kristen, dan juga agama hindu, sekaligus peraturan perundangan yang mengaturnya.

Terlarangnya Permainan Judi dalam Agama Islam

Allah tidak menginginkan hamba-Nya terjerumus ke dalam perbuatan tersebut dan mendapatkan kerugian, sehingga menurunkan wahyu atau ayat kepada Rasulullah SAW yang mana berisi tentang aturan larangan judi dalam agama islam. Karenanya, terdapat banyak sekali larangan judi yang tercantum di dalam kitab al-quran. Selain itu juga terdapoat berbagai macam ancaman bagi para pelanggarnya.

Selain itu, kerugian utama yang akan diterima oleh para pemain judi adalah kerugian secara finansial atau keuangan, yang mana dikarenakan permainan taruhan merupakan perundian nasib yang tidak bisa ditebak kemenangannya. Oleh karenanya, presentase atau peluang untuk memperoleh kemenangan tidak bisa ditentukan, padahal para pemain harus rela kehilangan uangnya untuk dipasangkan di meja taruhan.

Aturan larangan judi dalam agama islam juga menegaskan, bahwa bahwa uang yang dibelanjakan kepada hal yang bukan seharusnya disia-siakan atau dihambur-hamburkan. Yang mana merupakan salah satu tindakan memubadzirkan, sedangkan tindakan memubadzirkan sesuatu merupakan salah satu tindakan setan yang terkutuk. 

Selain itu, ketika uang yang Anda miliki digunakan untuk berjudi, sedangkan pada akhirnya Anda harus pulang dengan tangan kosong, maka otomatis Anda bisa disebut sebagai orang yang rela kelaparan demi bermain judi., dan Anda termasuk orang yang sangat rugi.

Karenanya, sebagai seorang hamba beragama islam yang taat, Anda benar-benar harus mengindahkan aturan larangan permainan judi agar Anda selamat dari ancaman yang diberikan.

Terlarangnya Permainan Judi dalam Agama Kristen

Larangan judi dalam agama Kristen tertulis pula di dalam al kitab, yang mana dijelaskan bahwa permainan judi merupakan permainan yang dipenuhi dengan hawa nafsu. Sedangkan, segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan hawa nafsu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Selain itu, permainan judi dikatakan sebagai permainan yang dipenuhi hawa nafsu karena hanya bertujuan untuk kesenangan para pemain, sekaligus menjadikannya semakin rakus.

Dikatakan sebagai permainan yang menjadikan seseorang menjadi semakin rakus dalam agama Kristen adalah karena permainan judi membuat seseorang mengharapkan harta kekayaan maupun kemenangan yang pada dasarnya belum tentu akan menjadi miliknya. Nah, dari sanalah kerakusan bisa semakin besar, dan harapan semu yang akan dimiliki oleh seorang pemain judi akan semakin besar, sekaligus mengakibatkan kecanduan dalam permainan.

Padahal, dalam al kitab tertulis dan dijelaskan jika Tuhan telah memperintahkan umat untuk mematikan hawa nafsu dan keserakahan yang mereka miliki. Nah, dari sini terlihat sangat jelas jika permainan judi merupakan pertentangan dari perintah Tuhan yang tercantum dalam al-kitab, sehingga menjadi sesuatu yang terlarang. Jadi, Anda hatus mentaati aturan larangan judi tersebut agar menajdi hamba yang taat dan penuh berkat.

Dalam agama Kristen, telah diterangkan jug ajika orang yang termasuk dalam kategori orang-orang bijak adalah orang yang mampu menjauhi perkara yang dibenci Tuhan tersebut, sehingga hidupnya akan dijamin penuh dengan berkat, kebahagiaan, dan juga ketentraman. Agama Kristen juga menyebut jika permainan judi merupakan permainan daging yang tidak disukai oleh Tuhan, karenanya, para pemain judi diberikan ancaman hidupnya tidak penuh berkat.

Tuhan tidak menginginkan hambanya mendapatkan harta dari sifat keserakahan yang dimiliki, yang mana cenderung berkeinginan untuk cepat kaya, tidak kesulitan dalam berusaha, dan memilih jalan pintas seperti perjudian. Tuhan lebih senang dengan hamba yang mau berusaha dengan keras untuk mendapatkan harta kekayaan.

Dalam Timotius, telah dijelaskan jika akar dari segala macam jenis kejahatan yang diperbuat manusia adalah rasa kecintaan terhadap uang. Nah, dari sana bisa ditarik kesimpulan jika orang-orang yang memburu uang dengan rasa cinta yang berlebihan terhadap uang akan mengakibatkan ia menyimpang dari iman dalam agama dan tentu saja tidak akan disukai oleh Tuhan. Karena tidak disukai Tuhan, maka sudah barang tentu akan mendatangkan hal yang tidak baik.

Karenanya, sebagai seorang hamba yang taat, Anda harus mentaati aturan larangan judi, sekain itu juga agar kehidupan Anda menjadi penuh dengan berkat Tuhan.

Aturan Terlarangnya Judi Dalam Agama Hindu

Agama Hindu telah membedakan antara taruhan dengan perjudian melalui obyek yang akan dimainkan, jika benda yang tidak memiliki jiwa seperti uang, tanah, dan barang lainnya, maka permainan tersebut disebut dengan permainan judi. Begitu sebaliknya, jika obyek yang digunakan untuk permainan merupakan benda hidup seperti ayam, maka disebut dengan permainan taruhan. 

Dalam agama Hindu, dijelaskan dalam kitab Sloka jika para penjudi dan pemabuk ter,asuk dalam orang yang mengganggu ketentraman hidup orang lain, dan menyebabkan pencurian. Selain itu, permainan judi dan mabuk-mabukan juga termasuk dalam perbuatan kejahatan dan permusuhan, sehingga sudah jelas terlarang dalam agama hindu. Karenanya, Anda tidak boleh melanggar aturan larangan judi sebagai hamba yang taat.

Larangan judi dalam agama islam, Kristen maupun hindu mempunyai kesamaan, yakni sama-sama tertulis dalam kitab suci masing-masing.

 


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *