Home » Bahaya Judi » GKI Mendesak Pemerintah untuk Memantau Situs Judi Online

GKI Mendesak Pemerintah untuk Memantau Situs Judi Online

GKI Mendesak Pemerintah untuk Memantau Situs Judi Online yang lagi tren saat ini. Gereja Katolik telah mendesak pihak berwenang untuk memantau dengan cermat langkah mereka baru-baru ini untuk mengizinkan dua operator agen togel di Indonesia menawarkan layanan judi online.

Sebuah pernyataan kepada komunitas Katolik yang dikeluarkan oleh Uskup Agung mendesak mereka untuk memantau semua tindakan yang diperlukan untuk membantu mereka yang mungkin menjadi korban judi online. Dikatakan bahwa gereja juga telah meminta konsultasi dan pembaruan yang lebih teratur tentang konsekuensi dari keputusan Pemerintah.

Uskup Agung mengatakan gereja berbagi keprihatinan banyak orang di Indonesia tentang implikasi moral dan sosial dari perjudian di masyarakat, “terutama pada keluarga dan khususnya pada invasi yang akan datang dari potensi kejahatan ini ke ruang suci rumah kita”.

Ini adalah pernyataan dari badan keagamaan yang mengomentari tentang Kementerian Dalam Negeri untuk tidak mengizinkan semua jenis perjudian online untuk mulai menjalankan platform taruhan online di Negara kita tercinta.

Dewan Gereja Nasional Singapura, yang mewakili lebih dari 250 gereja, menyerukan peninjauan kembali keputusan Pemerintah. Persetujuan pihak berwenang datang menyusul aplikasi oleh operator togel online yang berbasis di di Indonesia untuk dibebaskan dari Undang-Undang Perjudian Jarak Jauh yang disahkan oleh Parlemen dua tahun lalu. Undang-undang melarang semua aktivitas taruhan online dan telepon.

Judi online telah meluncurkan layanan taruhan online pada beberapa tahun lalu, yang menawarkan platform Web dan seluler. Pengunjung dapat memasang taruhan untuk 4-D, Toto, sepak bola, olahraga F1, dan balap kuda. Uskup Agung mengatakan Gereja menghargai bahwa Pemerintah telah melakukan uji tuntas untuk memastikan bahwa langkah-langkah ketat diterapkan untuk meminimalkan dampak buruk dari permainan judi online.

Misalnya, pemerintah telah mengatakan bahwa operator harus menerapkan pengamanan, seperti hanya mengizinkan mereka yang berusia di atas 21 tahun untuk membuka rekening. Uskup Agung mengatakan gereja tetap mendesak Pemerintah untuk terus meninjau perlindungan ini untuk memastikan bahwa mereka “mengikuti perkembangan di lingkungan online dan sosial” sehingga mereka tetap efektif dalam melindungi individu dari jatuh ke dalam kesulitan keuangan.

Permainan judi online atau taruhan tidak dengan sendirinya bertentangan dengan keadilan tetapi mereka menjadi tidak dapat diterima secara moral ketika menghilangkan uang seseorang dari apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya dan orang lain. Kehidupan keluarga dan pernikahan yang penuh cinta dapat hancur atau terganggu oleh hilangnya pendapatan yang dapat menyebabkan stres, masalah kesehatan mental lainnya, dan bahkan bunuh diri.

Dalam upaya untuk membayar hutang yang menumpuk maka pencurian, perdagangan narkoba, kecurangan dan bahkan pelacuran adalah tindakan nekat yang diambil oleh para penjudi yang merasa tidak memiliki cara lain untuk jalan keluar dari situasi tersebut.

Mengapa Gereja Kristen Indonesia Melarang Semua Jenis Judi Online?

Dalam hal ini, dia mengatakan bahwa Gereja Katolik tetap khawatir tentang kemungkinan dampak buruk dari judi online yang dapat menjamur pada lapisan masyarakat warga indonesia. Uskup Agung juga mengatakan bahwa warga yang aktif diperlukan dalam menanggulangi penyakit masyarakat.

Dia berkata: ” menghadapi masyarakat sebagai gereja, kita harus tidak hanya berbicara menentang setiap gerakan yang mengancam untuk menghancurkan kesejahteraan keluarga kita, tetapi yang lebih penting, untuk bekerja dengan mereka yang bertanggung jawab untuk menemukan solusi yang langgeng untuk masalah ini.

Gereja di Indonesia telah mendukung usulan larangan iklan perjudian di televisi selama siaran langsung olahraga. Sesuai undang-undang yang diusulkan, iklan perjudian jenis apa pun tidak akan diizinkan satu jam sebelum dan satu jam setelah semua siaran langsung.

Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh gereja meminta Pemerintah untuk menghapus celah dalam undang-undang yang mengizinkan operator perjudian untuk menargetkan pemirsa di TV dan online dengan pada pertandingan yang dapat ditonton oleh anak-anak.

Seorang juru bicara Gereja di Indonesia mengatakan bahwa para bandar “sangat gagal untuk menahan diri” atas iklan mereka selama acara olahraga. Dengan ini pemerintah Indonesia sangat ketat dan melarang semua jenis judi online yang dapat merusak moral anak bangsa.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *